Membuat landing page tidak harus menjadi pekerjaan yang rumit. Bagi pemula, satu halaman sederhana yang memiliki tujuan jelas justru sering lebih efektif daripada website dengan banyak menu dan informasi yang membuat pengunjung bingung.
Dengan tools yang tepat, struktur yang sederhana, dan copywriting yang fokus pada kebutuhan audiens, Anda dapat membuat landing page pertama hanya dalam waktu sekitar satu jam. Landing page tersebut dapat digunakan untuk menawarkan jasa, mengumpulkan leads, mempromosikan produk digital, mengiklankan program, atau mengarahkan calon pelanggan ke halaman pembelian.
Artikel ini membahas cara membuat landing page dari awal secara praktis, mulai dari menentukan tujuan, memilih tools, menyusun struktur halaman, membuat copywriting, hingga melakukan pengecekan sebelum halaman dipublikasikan.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk mendorong pengunjung melakukan satu tindakan tertentu.
Tindakan tersebut dapat berupa:
- Mengisi formulir
- Menghubungi WhatsApp
- Mendaftar webinar
- Mengunduh e-book
- Membeli produk
- Meminta konsultasi
- Mendaftar sebuah program
- Mengirimkan data kontak
Berbeda dengan homepage yang biasanya memperkenalkan berbagai bagian bisnis, landing page sebaiknya memiliki fokus yang lebih sempit.
Misalnya, sebuah perusahaan menawarkan layanan konsultasi bisnis. Homepage dapat berisi profil perusahaan, berbagai layanan, portofolio, blog, dan kontak. Sementara itu, landing page untuk kampanye tertentu cukup fokus pada satu layanan konsultasi dan satu CTA.
Karena itu, prinsip paling penting dalam membuat landing page adalah satu halaman, satu tujuan utama.
Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis?
Landing page dapat membantu bisnis mengubah traffic menjadi leads atau pelanggan.
Seseorang yang datang dari iklan, media sosial, email marketing, atau mesin pencari biasanya membutuhkan informasi yang relevan sebelum mengambil tindakan. Landing page menjadi tempat untuk menyampaikan informasi tersebut secara terstruktur.
Landing page yang baik membantu menjawab beberapa pertanyaan penting:
- Apa yang ditawarkan?
- Untuk siapa penawaran tersebut?
- Apa manfaatnya?
- Mengapa pengunjung harus mempercayainya?
- Apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Jika lima pertanyaan tersebut terjawab dengan jelas, pengunjung tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk memahami penawaran Anda.
Persiapkan 3 Hal Sebelum Membuat Landing Page
Sebelum membuka website builder, tentukan tiga hal terlebih dahulu.
1. Tentukan Tujuan Landing Page
Jangan mulai dengan desain. Mulailah dengan tujuan.
Contohnya:
- Mengumpulkan 100 leads.
- Mendapatkan pendaftaran konsultasi.
- Menjual produk digital.
- Mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp.
- Mengajak audiens mengikuti webinar.
Tujuan ini akan menentukan struktur halaman dan CTA yang digunakan.
Jika tujuan Anda adalah mendapatkan leads, formulir pendaftaran harus menjadi elemen penting. Jika tujuannya menjual produk, informasi mengenai manfaat, harga, bukti sosial, dan CTA pembelian perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
2. Kenali Target Audiens
Landing page untuk pemilik bisnis tentu berbeda dengan landing page untuk mahasiswa.
Identifikasi:
- Siapa target pelanggan?
- Apa masalah mereka?
- Apa kebutuhan mereka?
- Apa yang membuat mereka ragu?
- Solusi apa yang Anda tawarkan?
Gunakan bahasa yang familiar bagi target audiens. Hindari penggunaan istilah teknis yang tidak diperlukan.
3. Siapkan Penawaran
Landing page akan lebih mudah dibuat apabila penawarannya sudah jelas.
Contohnya:
Kurang spesifik:
Kami menyediakan layanan digital marketing profesional.
Lebih spesifik:
Dapatkan audit website untuk menemukan peluang SEO yang dapat meningkatkan visibilitas bisnis Anda di Google.
Penawaran yang spesifik membuat pengunjung lebih cepat memahami nilai yang ditawarkan.
Tools Ramah Pemula untuk Membuat Landing Page
Anda tidak harus langsung menggunakan software yang kompleks. Untuk landing page pertama, pilih tools yang memungkinkan Anda membuat halaman dengan sistem drag-and-drop atau template siap pakai.
Beberapa kategori tools yang dapat dipertimbangkan adalah:
Website Builder
Website builder cocok untuk pemula karena Anda dapat memilih template, mengganti teks dan gambar, kemudian mempublikasikan halaman tanpa harus memahami coding secara mendalam.
WordPress
WordPress dapat menjadi pilihan apabila Anda ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap website dan berencana membuat lebih banyak halaman di kemudian hari.
Dengan page builder, proses membuat landing page juga dapat dilakukan secara visual.
Canva
Canva dapat membantu menyiapkan elemen visual, seperti banner, ilustrasi, ikon, atau gambar promosi. Namun, desain visual tetap perlu dioptimalkan agar tidak membuat halaman terlalu berat.
Platform Form dan Email Marketing
Jika tujuan landing page adalah mengumpulkan leads, Anda juga dapat menghubungkannya dengan formulir dan sistem email marketing.
Yang paling penting bukan memilih tools paling mahal, melainkan memilih tools yang bisa Anda gunakan dengan cepat dan sesuai kebutuhan.
Struktur Landing Page yang Sederhana
Landing page pertama tidak perlu memiliki puluhan section. Struktur berikut sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan sederhana:
- Hero section
- Masalah audiens
- Solusi dan manfaat
- Fitur atau isi penawaran
- Bukti sosial
- FAQ
- CTA
Mari bahas satu per satu.
Cara Membuat Landing Page dalam 1 Jam
Menit 0–10: Tentukan Headline dan Penawaran
Headline adalah salah satu bagian paling penting dalam landing page.
Pengunjung harus segera memahami apa yang Anda tawarkan dan manfaat utamanya.
Gunakan formula sederhana:
Dapatkan [hasil] tanpa [hambatan utama].
Contoh:
Buat Landing Page Profesional Tanpa Harus Belajar Coding.
Atau:
Dapatkan Lebih Banyak Leads dari Website dengan Landing Page yang Fokus pada Konversi.
Headline sebaiknya tidak terlalu panjang. Gunakan subheadline untuk menjelaskan konteks tambahan.
Contoh:
Panduan praktis untuk membuat landing page pertama menggunakan tools sederhana yang dapat dipahami pemula.
Setelah headline, tampilkan CTA yang jelas.
Contohnya:
Buat Landing Page Sekarang
atau:
Dapatkan Konsultasi Gratis
Menit 10–20: Buat Hero Section
Hero section merupakan bagian pertama yang dilihat pengunjung ketika halaman dibuka.
Elemen yang dapat dimasukkan:
- Headline
- Subheadline
- CTA
- Gambar atau ilustrasi pendukung
- Informasi singkat mengenai penawaran
Jangan memasukkan terlalu banyak elemen.
Tujuannya adalah membuat pengunjung memahami penawaran dalam beberapa detik pertama.
Gunakan kontras warna yang jelas antara tombol CTA dan background. Pastikan tombol terlihat seperti tombol dan bukan sekadar teks biasa.
Menit 20–30: Jelaskan Masalah dan Solusi
Setelah menarik perhatian, jelaskan masalah yang dialami target audiens.
Misalnya target Anda adalah pemilik bisnis yang ingin memiliki website:
Sudah memiliki produk bagus, tetapi calon pelanggan masih kesulitan menemukan informasi lengkap mengenai produk Anda?
Kemudian hubungkan masalah tersebut dengan solusi:
Landing page membantu Anda menyampaikan penawaran secara terstruktur sehingga calon pelanggan dapat memahami manfaat produk dan mengetahui tindakan berikutnya.
Pendekatan ini lebih persuasif dibandingkan langsung berbicara tentang fitur.
Pengunjung biasanya lebih peduli terhadap hasil yang mereka dapatkan daripada teknologi yang digunakan untuk membuatnya.
Menit 30–40: Tampilkan Manfaat dan Fitur
Gunakan bagian ini untuk menjelaskan apa yang akan diperoleh pelanggan.
Hindari hanya mencantumkan fitur.
Misalnya:
Fitur: Formulir kontak terintegrasi.
Manfaat: Calon pelanggan dapat mengirimkan data dengan mudah sehingga Anda dapat menindaklanjuti leads.
Contoh manfaat lainnya:
- Tampilan responsif di perangkat mobile.
- Struktur informasi yang mudah dipahami.
- CTA yang jelas.
- Integrasi formulir.
- Halaman yang fokus pada satu tujuan.
- Mudah diperbarui ketika penawaran berubah.
Prioritaskan manfaat yang paling relevan dengan kebutuhan audiens.
Menit 40–50: Tambahkan Bukti Sosial
Pengunjung yang baru mengenal bisnis Anda mungkin masih ragu.
Bukti sosial dapat membantu mengurangi keraguan tersebut.
Bentuknya dapat berupa:
- Testimoni pelanggan
- Jumlah pelanggan
- Studi kasus
- Logo klien
- Rating
- Hasil yang dapat diverifikasi
- Portofolio
Jangan membuat testimoni atau angka secara sembarangan. Gunakan data nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika belum memiliki banyak pelanggan, Anda dapat menggunakan studi kasus dari proyek yang memang pernah dikerjakan atau menampilkan contoh pekerjaan secara transparan.
Menit 50–55: Buat FAQ
FAQ membantu menjawab keberatan yang mungkin muncul sebelum pengunjung mengambil keputusan.
Pertanyaan FAQ dapat mencakup:
Apakah saya perlu bisa coding?
Tidak selalu. Banyak website builder dan page builder menyediakan sistem visual sehingga pemula dapat membuat halaman tanpa menulis kode dari awal.
Apakah landing page harus memiliki banyak gambar?
Tidak. Gunakan visual yang mendukung pesan utama. Terlalu banyak gambar justru dapat mengalihkan perhatian dan berpotensi memperlambat halaman.
Apakah landing page harus memiliki menu navigasi?
Tidak selalu. Untuk halaman kampanye yang sangat fokus, navigasi yang terlalu banyak dapat mengalihkan pengunjung dari CTA utama.
Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?
Bisa. Landing page dapat dioptimalkan berdasarkan search intent, keyword yang relevan, struktur heading, kualitas konten, internal linking, performa teknis, dan pengalaman pengguna.
Berapa panjang landing page yang ideal?
Tidak ada jumlah kata yang berlaku untuk semua landing page. Panjang halaman harus mengikuti kompleksitas penawaran dan informasi yang diperlukan untuk membantu pengunjung mengambil keputusan.
Menit 55–60: Periksa CTA dan Publikasikan
Sebelum menekan tombol publish, lakukan pemeriksaan terakhir.
Pastikan CTA terlihat jelas dan konsisten.
Jika CTA utama adalah:
Daftar Sekarang
maka jangan menggunakan terlalu banyak variasi seperti “Pelajari Lebih Lanjut”, “Mulai”, “Klik di Sini”, dan “Hubungi Kami” tanpa alasan yang jelas.
CTA sebaiknya mengarahkan pengunjung menuju tindakan utama yang sama.
Jika landing page digunakan untuk menawarkan layanan persiapan masa pensiun, misalnya, Anda dapat mengarahkan calon audiens ke program masa persiapan pensiun yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Pastikan juga setiap tombol benar-benar mengarah ke halaman atau formulir yang tepat.
Cara Membuat Landing Page Lebih SEO-Friendly
Meskipun landing page sering dibuat untuk kampanye berbayar, optimasi SEO tetap dapat memberikan manfaat apabila halaman tersebut memang ditargetkan untuk pencarian organik.
Gunakan Keyword Utama Secara Natural
Tempatkan keyword utama pada:
- Title
- Meta title
- Heading utama
- Paragraf pembuka
- Beberapa subheading yang relevan
- URL jika memungkinkan
- Alt text gambar jika relevan
Jangan mengulang keyword secara berlebihan.
Google semakin memahami konteks dan hubungan antarentitas. Karena itu, buat konten yang membahas topik secara alami.
Buat Meta Title dan Meta Description
Meta title harus menjelaskan topik halaman sekaligus menarik perhatian.
Meta description dapat digunakan untuk memberikan alasan kepada pengguna agar memilih halaman Anda dari hasil pencarian.
Optimalkan Mobile
Sebagian besar pengguna internet mengakses halaman melalui perangkat mobile. Karena itu, periksa tampilan landing page menggunakan smartphone.
Perhatikan:
- Ukuran teks
- Jarak antar elemen
- Ukuran tombol
- Formulir
- Gambar
- Kecepatan halaman
- Kemudahan scrolling
Landing page yang terlihat bagus di desktop belum tentu nyaman digunakan di smartphone.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Terlalu Banyak Informasi
Landing page bukan tempat untuk memasukkan semua informasi mengenai bisnis.
Pilih informasi yang membantu pengunjung mencapai tujuan utama.
CTA Tidak Jelas
Jika pengunjung tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca halaman, kemungkinan konversi dapat menurun.
Gunakan CTA yang spesifik dan mudah dipahami.
Mengutamakan Desain daripada Pesan
Desain memang penting, tetapi desain yang menarik tidak akan banyak membantu jika pengunjung tidak memahami penawarannya.
Urutannya sebaiknya:
Tujuan → audiens → penawaran → copywriting → struktur → desain.
Tidak Menampilkan Bukti
Pernyataan seperti “terbaik”, “profesional”, atau “berkualitas” akan lebih meyakinkan jika didukung bukti nyata.
Tidak Melakukan Pengujian
Landing page pertama tidak harus sempurna.
Setelah mendapatkan traffic, perhatikan data seperti jumlah pengunjung, klik CTA, pengisian formulir, dan konversi. Dari data tersebut, Anda dapat melakukan perbaikan secara bertahap.
Contoh Struktur Landing Page untuk Pemula
Sebagai contoh, Anda ingin membuat landing page untuk sebuah program edukasi.
Strukturnya dapat dibuat seperti berikut:
Hero
Siapkan Masa Pensiun dengan Lebih Terarah
Subheadline:
Dapatkan panduan dan pendampingan untuk membantu Anda mempersiapkan transisi menuju masa pensiun.
CTA:
Pelajari Program
Masalah
Bingung harus mulai mempersiapkan pensiun dari mana?
Solusi
Jelaskan bagaimana program membantu peserta memahami aspek yang relevan dengan persiapan pensiun.
Manfaat
- Perencanaan lebih terarah
- Pemahaman mengenai pilihan setelah pensiun
- Persiapan aktivitas produktif
- Materi dan pendampingan yang terstruktur
Pada bagian CTA, Anda dapat mengarahkan audiens yang membutuhkan informasi lebih lanjut ke program masa persiapan pensiun dari PensiunBahagia.com.
CTA berikutnya dapat menggunakan anchor yang sama secara natural, misalnya program masa persiapan pensiun.
Untuk audiens yang sedang mencari solusi persiapan transisi karier dan kehidupan setelah berhenti bekerja, halaman tersebut dapat menjadi tujuan yang lebih relevan dibandingkan mengarahkan mereka ke homepage secara umum.
Checklist Sebelum Landing Page Dipublikasikan
Sebelum halaman aktif, pastikan:
- Tujuan landing page sudah jelas.
- Target audiens sudah ditentukan.
- Headline menjelaskan manfaat utama.
- CTA terlihat jelas.
- Copywriting mudah dipahami.
- Informasi penawaran lengkap.
- Bukti sosial menggunakan data nyata.
- FAQ menjawab keberatan utama.
- Tampilan mobile sudah diperiksa.
- Semua tombol dapat diklik.
- Formulir dapat digunakan.
- Link tidak menghasilkan error.
- Meta title sudah dibuat.
- Meta description sudah dibuat.
- Gambar memiliki alt text yang relevan.
- Halaman tidak dipenuhi elemen yang tidak diperlukan.
Cara Meningkatkan Konversi Setelah Landing Page Live
Mempublikasikan landing page bukan akhir dari proses. Justru setelah halaman mendapatkan pengunjung, Anda mulai memperoleh data untuk melakukan optimasi.
Perhatikan bagian yang paling sering menjadi hambatan.
Jika banyak orang mengunjungi halaman tetapi sedikit yang mengklik CTA, periksa kembali headline, penawaran, CTA, dan tingkat kepercayaan halaman.
Jika banyak orang mengklik CTA tetapi sedikit yang menyelesaikan formulir, sederhanakan formulir dan evaluasi informasi yang diminta.
Anda juga dapat menguji variasi headline, CTA, gambar, urutan section, atau penawaran. Lakukan perubahan secara terukur sehingga Anda dapat mengetahui elemen mana yang benar-benar memberikan dampak.
Landing page yang efektif bukan selalu halaman yang paling rumit. Sering kali, halaman yang sederhana, fokus, cepat dipahami, dan memiliki CTA yang jelas justru lebih mudah mengarahkan pengunjung menuju tindakan.
Untuk bisnis yang memiliki penawaran khusus, pastikan landing page juga mengarahkan pengunjung ke informasi yang paling relevan. Misalnya, audiens yang mencari solusi persiapan masa pensiun dapat diarahkan ke program masa persiapan pensiun sehingga perjalanan pengguna dari informasi menuju penawaran menjadi lebih jelas.
Pada tahap berikutnya, Anda dapat mengembangkan landing page tersebut dengan sistem tracking, integrasi CRM, email follow-up, retargeting, dan pengujian A/B untuk meningkatkan performa secara berkelanjutan.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan landing page?
Landing page adalah halaman yang dirancang dengan tujuan tertentu, seperti mendapatkan leads, menjual produk, mengumpulkan pendaftaran, atau mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu.
Apakah pemula bisa membuat landing page sendiri?
Bisa. Website builder dan page builder modern menyediakan berbagai template serta fitur visual yang memungkinkan pemula membuat landing page tanpa harus memahami coding secara mendalam.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat landing page?
Landing page sederhana dapat dibuat dalam sekitar satu jam apabila tujuan, penawaran, copywriting, gambar, dan tools sudah dipersiapkan sebelumnya.
Apakah landing page harus menggunakan banyak desain?
Tidak. Prioritaskan kejelasan pesan, struktur informasi, keterbacaan, dan CTA. Desain sebaiknya membantu pengunjung memahami penawaran, bukan mengalihkan perhatian.
Apakah landing page bisa mendapatkan traffic dari Google?
Bisa, selama halaman memenuhi kebutuhan search intent dan memiliki kualitas konten serta pengalaman pengguna yang baik. Optimasi teknis dan relevansi topik juga perlu diperhatikan.
Apakah landing page harus memiliki CTA?
Sebaiknya iya. CTA membantu pengunjung memahami tindakan berikutnya. Untuk landing page dengan satu tujuan utama, CTA juga sebaiknya konsisten dengan tujuan tersebut.

