Kalau Anda baru mulai membangun bisnis online, mungkin Anda sering mendengar istilah landing page. Istilah ini cukup umum dalam digital marketing, tetapi bagi pemula, landing page bisa terdengar seperti sesuatu yang rumit.
Padahal, konsepnya sederhana. Landing page adalah halaman khusus yang dibuat untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan tertentu, misalnya membeli produk, mengisi formulir, mendaftar layanan, menghubungi bisnis melalui WhatsApp, atau mengunduh materi gratis.
Berbeda dengan website biasa yang memiliki banyak menu dan informasi, landing page biasanya dibuat lebih fokus. Pengunjung diarahkan untuk memahami sebuah penawaran dan mengambil tindakan yang sudah ditentukan.
Landing Page Itu Apa?
Secara sederhana, landing page adalah halaman web yang dirancang untuk menerima pengunjung dari sumber tertentu dan mendorong mereka melakukan tindakan yang spesifik.
Pengunjung bisa datang dari berbagai sumber, seperti:
- Google Search
- Iklan Google Ads
- Iklan Facebook dan Instagram
- TikTok
- Email marketing
- Media sosial
- Link dari artikel blog
- Influencer atau affiliate marketing
Misalnya Anda menjual kursus online. Daripada mengarahkan calon pelanggan ke halaman utama website yang memiliki banyak menu, Anda bisa membuat landing page khusus untuk kursus tersebut.
Di dalamnya terdapat informasi mengenai masalah yang dihadapi calon pelanggan, manfaat kursus, materi yang diberikan, harga, testimoni, dan tombol untuk mendaftar.
Dengan begitu, perjalanan pengunjung menjadi lebih jelas.
Landing page pada dasarnya menjawab tiga pertanyaan penting:
- Apa yang ditawarkan?
- Mengapa penawaran tersebut layak dipertimbangkan?
- Apa yang harus dilakukan pengunjung berikutnya?
Apa Bedanya Landing Page dengan Website?
Landing page dan website sama-sama menggunakan halaman web, tetapi tujuan dan strukturnya berbeda.
Website biasanya berfungsi sebagai pusat informasi bisnis. Di dalamnya dapat terdapat halaman tentang perusahaan, produk, layanan, blog, kontak, portofolio, dan berbagai informasi lainnya.
Sementara itu, landing page dibuat dengan tujuan yang lebih spesifik.
Contohnya, sebuah website perusahaan jasa digital marketing mungkin memiliki menu:
- Beranda
- Tentang Kami
- Layanan
- Portofolio
- Blog
- Kontak
Landing page untuk kampanye tertentu mungkin hanya berisi satu penawaran, misalnya “Jasa Pembuatan Website untuk UMKM”.
Perbedaan ini penting karena terlalu banyak pilihan dapat membuat pengunjung bingung. Landing page berusaha mengurangi distraksi sehingga perhatian pengunjung tetap berada pada penawaran utama.
Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis Online Pemula?
Bisnis online pemula biasanya menghadapi satu tantangan besar: bagaimana mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan.
Memiliki website saja belum tentu cukup. Anda juga membutuhkan halaman yang mampu menjelaskan penawaran secara terstruktur dan mengarahkan pengunjung menuju tindakan berikutnya.
Landing page dapat membantu proses tersebut.
1. Membuat Penawaran Lebih Fokus
Landing page memungkinkan Anda membahas satu produk, layanan, program, atau kampanye secara lebih mendalam.
Misalnya Anda menawarkan jasa konsultasi bisnis.
Daripada calon pelanggan harus mencari informasi di beberapa halaman website, Anda dapat menyediakan satu landing page yang menjelaskan:
- Masalah yang bisa dibantu
- Siapa yang cocok menggunakan layanan
- Manfaat konsultasi
- Cara kerja layanan
- Paket atau harga
- Testimoni
- FAQ
- Tombol konsultasi
Struktur seperti ini membuat informasi lebih mudah dipahami.
2. Membantu Menghasilkan Leads
Tidak semua pengunjung website siap membeli saat pertama kali datang.
Sebagian mungkin masih melakukan riset atau membandingkan beberapa pilihan.
Karena itu, landing page juga dapat digunakan untuk menghasilkan lead, yaitu orang yang memberikan informasi kontak karena tertarik dengan penawaran Anda.
Contohnya, Anda menawarkan ebook gratis. Pengunjung mengisi nama dan email untuk mendapatkan ebook tersebut.
Setelah itu, bisnis dapat melakukan komunikasi lanjutan melalui email marketing atau saluran lain yang sesuai.
3. Mendukung Kampanye Iklan Digital
Landing page sangat sering digunakan bersama iklan digital.
Bayangkan seseorang melihat iklan di Google dengan tulisan “Kursus Digital Marketing untuk Pemula”. Ketika iklan diklik, orang tersebut sebaiknya diarahkan ke halaman yang memang membahas kursus tersebut.
Jika justru diarahkan ke halaman utama website yang penuh dengan berbagai informasi, pengalaman pengguna bisa menjadi kurang fokus.
Landing page membuat pesan iklan dan halaman tujuan menjadi lebih relevan.
4. Mempermudah Mengukur Hasil Kampanye
Landing page juga membantu bisnis mengukur performa pemasaran.
Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:
- Jumlah pengunjung
- Jumlah leads
- Jumlah transaksi
- Conversion rate
- Sumber trafik
- Jumlah klik tombol CTA
Data tersebut dapat membantu pemilik bisnis mengetahui apakah kampanye yang dijalankan memberikan hasil yang diharapkan.
Apa Saja Isi Landing Page?
Tidak ada satu formula yang wajib digunakan untuk semua bisnis. Namun, landing page yang baik biasanya memiliki beberapa komponen penting.
Headline yang Jelas
Headline merupakan salah satu elemen pertama yang dilihat pengunjung.
Headline sebaiknya langsung menjelaskan nilai utama penawaran.
Contoh:
“Belajar Digital Marketing dari Nol untuk Pemilik Bisnis Online”
Headline tersebut lebih jelas dibandingkan kalimat umum seperti:
“Saatnya Mengembangkan Bisnis Anda.”
Headline yang spesifik membantu pengunjung memahami konteks halaman dengan cepat.
Subheadline
Subheadline dapat digunakan untuk memperjelas headline.
Jika headline menjelaskan manfaat utama, subheadline dapat memberikan konteks tambahan mengenai siapa yang cocok menggunakan produk atau bagaimana solusi tersebut bekerja.
Penjelasan Masalah
Landing page tidak harus langsung menjual.
Anda dapat menjelaskan masalah yang mungkin sedang dialami target audiens.
Misalnya, calon pelanggan kesulitan mendapatkan pelanggan dari media sosial. Landing page dapat menjelaskan mengapa kondisi tersebut terjadi dan bagaimana produk atau layanan yang ditawarkan dapat membantu.
Manfaat Produk atau Layanan
Jangan hanya menjelaskan fitur.
Fokuskan juga pada manfaat yang dirasakan pelanggan.
Contohnya:
Fitur: Konsultasi selama 60 menit.
Manfaat: Mendapatkan arahan yang lebih terstruktur untuk menentukan strategi pemasaran berikutnya.
Perbedaan antara fitur dan manfaat penting dalam copywriting karena pelanggan biasanya lebih peduli terhadap hasil yang bisa mereka dapatkan.
Social Proof
Social proof dapat berupa:
- Testimoni pelanggan
- Studi kasus
- Jumlah pengguna
- Logo klien
- Rating
- Review
Elemen ini membantu memberikan konteks mengenai pengalaman pelanggan sebelumnya.
Namun, gunakan data dan testimoni yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Jangan membuat testimoni atau angka secara sembarangan hanya untuk meningkatkan penjualan.
Call to Action
Call to Action atau CTA adalah ajakan untuk melakukan tindakan.
Contohnya:
- Daftar Sekarang
- Konsultasi Gratis
- Pesan Sekarang
- Coba Gratis
- Download Ebook
- Hubungi Kami
CTA sebaiknya mudah ditemukan dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tahap keputusan calon pelanggan.
Landing Page yang Baik Tidak Harus Rumit
Salah satu kesalahan pemula adalah menganggap landing page harus memiliki desain yang sangat kompleks.
Padahal, yang lebih penting adalah kejelasan.
Landing page sederhana dapat bekerja dengan baik apabila:
- Penawarannya jelas
- Target audiensnya tepat
- Copywriting relevan
- CTA mudah ditemukan
- Informasi penting tersedia
- Halaman mudah digunakan di perangkat mobile
- Kecepatan halaman diperhatikan
- Tidak terlalu banyak distraksi
Desain memang penting, tetapi desain seharusnya membantu komunikasi, bukan mengalahkannya.
Contoh Landing Page untuk Bisnis Pemula
Misalnya Anda memiliki bisnis jasa desain logo.
Landing page dapat disusun seperti berikut:
Headline:
“Jasa Desain Logo Profesional untuk Bisnis yang Ingin Terlihat Lebih Kredibel”
Subheadline:
“Dapatkan konsep logo yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan brand Anda.”
Masalah:
“Logo yang tidak konsisten dapat membuat identitas bisnis terlihat kurang profesional.”
Solusi:
“Tim desain membantu membuat konsep visual yang sesuai dengan positioning brand.”
Manfaat:
- Desain sesuai karakter brand
- File siap digunakan untuk kebutuhan digital
- Konsep dapat disesuaikan
- Proses pemesanan sederhana
Social proof:
Testimoni atau portofolio pelanggan.
CTA:
“Mulai Konsultasi Desain”
Struktur tersebut sudah cukup untuk menjelaskan penawaran tanpa harus membuat halaman yang berlebihan.
Landing Page untuk Berbagai Jenis Bisnis
Landing page tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar.
Bisnis kecil dan individu juga dapat memanfaatkannya.
UMKM
UMKM dapat menggunakan landing page untuk mempromosikan produk tertentu, paket bundling, atau promo musiman.
Jasa Profesional
Konsultan, freelancer, trainer, fotografer, desainer, dan penyedia jasa lainnya dapat menggunakan landing page untuk menjelaskan layanan dan mendapatkan leads.
Produk Digital
Penjual ebook, template, kursus online, membership, dan produk digital lainnya dapat menggunakan landing page untuk menjelaskan manfaat produk sebelum calon pelanggan melakukan pembelian.
Program atau Layanan Khusus
Landing page juga cocok untuk program dengan target audiens tertentu. Misalnya, ketika PensiunBahagia.com mempromosikan program masa persiapan pensiun, halaman khusus dapat digunakan untuk menjelaskan program, manfaat, target peserta, serta langkah pendaftaran.
Dengan pendekatan serupa, sebuah bisnis dapat membuat landing page khusus untuk setiap kampanye tanpa harus mengubah keseluruhan website.
Kesalahan Landing Page yang Sering Dilakukan Pemula
Terlalu Banyak Informasi
Informasi memang diperlukan, tetapi semuanya harus relevan dengan tujuan halaman.
Jangan memasukkan informasi yang tidak membantu pengunjung mengambil keputusan.
CTA Tidak Jelas
Pengunjung sudah tertarik, tetapi tidak tahu harus melakukan apa.
Pastikan CTA terlihat dan menggunakan instruksi yang mudah dipahami.
Headline Terlalu Umum
Headline seperti “Solusi Terbaik untuk Bisnis Anda” sulit membedakan produk dari kompetitor.
Lebih baik jelaskan produk, target audiens, atau manfaat utama secara spesifik.
Tidak Mobile-Friendly
Sebagian besar pengguna internet mengakses halaman melalui perangkat mobile. Karena itu, landing page harus nyaman digunakan melalui smartphone.
Periksa ukuran teks, tombol, gambar, formulir, serta jarak antar elemen.
Tidak Menguji Performa
Jangan hanya mengandalkan asumsi.
Jika memungkinkan, lakukan pengujian terhadap headline, CTA, struktur halaman, formulir, atau penawaran untuk mengetahui elemen mana yang memberikan hasil lebih baik.
Bagaimana Cara Membuat Landing Page?
Untuk pemula, prosesnya dapat dimulai dari tujuan yang sederhana.
Tentukan Tujuan
Tentukan satu tindakan utama yang ingin dilakukan pengunjung.
Apakah ingin:
- Membeli?
- Mengisi formulir?
- Menghubungi WhatsApp?
- Mendaftar?
- Mengunduh?
- Meminta konsultasi?
Kenali Target Audiens
Pahami siapa yang akan membaca landing page.
Cari tahu masalah, kebutuhan, keberatan, dan alasan mereka membeli produk atau menggunakan layanan.
Buat Penawaran
Tentukan apa yang Anda tawarkan dan mengapa seseorang perlu mempertimbangkannya.
Susun Copywriting
Mulai dari headline, masalah, solusi, manfaat, bukti pendukung, FAQ, hingga CTA.
Bangun dan Uji Halaman
Setelah landing page dibuat, pantau performanya. Perbaiki bagian yang belum memberikan hasil sesuai target.
Apakah Semua Bisnis Membutuhkan Landing Page?
Tidak semua bisnis harus memiliki landing page untuk setiap kebutuhan.
Namun, landing page sangat berguna ketika bisnis memiliki tujuan pemasaran yang spesifik.
Jika Anda sedang menjalankan iklan untuk sebuah produk, misalnya, landing page khusus dapat membantu menjaga relevansi antara iklan, pesan pemasaran, dan tindakan yang diharapkan.
Website tetap berperan sebagai pusat informasi bisnis, sedangkan landing page dapat berfungsi sebagai halaman yang lebih fokus untuk kampanye atau penawaran tertentu.
Keduanya bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Website dan landing page dapat digunakan bersama sesuai kebutuhan bisnis.
Checklist Landing Page untuk Pemula
Sebelum halaman dipublikasikan, pastikan beberapa hal berikut sudah tersedia:
- Headline menjelaskan penawaran dengan jelas
- Target audiens sudah ditentukan
- Manfaat produk atau layanan mudah dipahami
- CTA terlihat jelas
- Informasi kontak tersedia
- Bukti sosial digunakan jika tersedia
- Halaman nyaman di smartphone
- Formulir tidak terlalu rumit
- Gambar mendukung pesan utama
- Kecepatan halaman diperhatikan
- Tidak ada link atau elemen yang mengganggu tujuan utama
- Performa dapat diukur menggunakan data analitik
FAQ tentang Landing Page
Apakah landing page sama dengan website?
Tidak. Website biasanya memiliki banyak halaman dan fungsi, sedangkan landing page dibuat lebih fokus pada satu tujuan atau penawaran tertentu.
Apakah bisnis kecil perlu membuat landing page?
Bisa sangat membantu, terutama jika bisnis sedang menjalankan kampanye pemasaran, menjual produk tertentu, mengumpulkan leads, atau menawarkan layanan khusus.
Apakah landing page harus memiliki desain yang mahal?
Tidak. Yang terpenting adalah struktur, pesan, penawaran, pengalaman pengguna, dan CTA yang jelas. Desain sebaiknya mendukung tujuan tersebut.
Berapa panjang landing page yang ideal?
Tidak ada panjang yang berlaku untuk semua bisnis. Landing page sebaiknya memiliki informasi sebanyak yang diperlukan untuk membantu target audiens memahami penawaran dan mengambil keputusan.
Apakah landing page bisa muncul di Google?
Bisa. Landing page dapat dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi kelayakannya untuk mendapatkan trafik organik bergantung pada kualitas konten, relevansi dengan search intent, aspek teknis, otoritas situs, dan tingkat persaingan keyword.
Apa tujuan utama landing page?
Tujuan utamanya adalah mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi formulir, mendaftar, menghubungi bisnis, atau mengunduh sesuatu.
Mulai Bangun Landing Page yang Lebih Terarah
Jika Anda sedang membangun bisnis online, jangan hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan trafik. Pikirkan juga apa yang terjadi setelah seseorang mengunjungi halaman Anda.
Landing page yang terstruktur membantu pengunjung memahami apa yang Anda tawarkan, mengapa penawaran tersebut relevan, dan apa langkah berikutnya.
Mulailah dari satu produk atau layanan yang paling penting. Tentukan satu tujuan, kenali audiens, susun penawaran yang jelas, kemudian ukur hasilnya.
Untuk kebutuhan lain yang juga membutuhkan halaman penawaran yang fokus, pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai program dan layanan, termasuk program masa persiapan pensiun dari PensiunBahagia.com.
Ingin memahami lebih jauh bagaimana sebuah halaman penawaran dapat dibuat lebih terarah? Pelajari struktur landing page yang sesuai dengan tujuan bisnis Anda.

