Cara Membuat Landing Page Pertama dalam 1 Jam

Membuat landing page tidak harus menjadi pekerjaan yang rumit. Bagi pemula, satu halaman sederhana yang memiliki tujuan jelas justru sering lebih efektif daripada website dengan banyak menu dan informasi yang membuat pengunjung bingung.

Dengan tools yang tepat, struktur yang sederhana, dan copywriting yang fokus pada kebutuhan audiens, Anda dapat membuat landing page pertama hanya dalam waktu sekitar satu jam. Landing page tersebut dapat digunakan untuk menawarkan jasa, mengumpulkan leads, mempromosikan produk digital, mengiklankan program, atau mengarahkan calon pelanggan ke halaman pembelian.

Artikel ini membahas cara membuat landing page dari awal secara praktis, mulai dari menentukan tujuan, memilih tools, menyusun struktur halaman, membuat copywriting, hingga melakukan pengecekan sebelum halaman dipublikasikan.

Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk mendorong pengunjung melakukan satu tindakan tertentu.

Tindakan tersebut dapat berupa:

  • Mengisi formulir
  • Menghubungi WhatsApp
  • Mendaftar webinar
  • Mengunduh e-book
  • Membeli produk
  • Meminta konsultasi
  • Mendaftar sebuah program
  • Mengirimkan data kontak

Berbeda dengan homepage yang biasanya memperkenalkan berbagai bagian bisnis, landing page sebaiknya memiliki fokus yang lebih sempit.

Misalnya, sebuah perusahaan menawarkan layanan konsultasi bisnis. Homepage dapat berisi profil perusahaan, berbagai layanan, portofolio, blog, dan kontak. Sementara itu, landing page untuk kampanye tertentu cukup fokus pada satu layanan konsultasi dan satu CTA.

Karena itu, prinsip paling penting dalam membuat landing page adalah satu halaman, satu tujuan utama.

Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis?

Landing page dapat membantu bisnis mengubah traffic menjadi leads atau pelanggan.

Seseorang yang datang dari iklan, media sosial, email marketing, atau mesin pencari biasanya membutuhkan informasi yang relevan sebelum mengambil tindakan. Landing page menjadi tempat untuk menyampaikan informasi tersebut secara terstruktur.

Landing page yang baik membantu menjawab beberapa pertanyaan penting:

  1. Apa yang ditawarkan?
  2. Untuk siapa penawaran tersebut?
  3. Apa manfaatnya?
  4. Mengapa pengunjung harus mempercayainya?
  5. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

Jika lima pertanyaan tersebut terjawab dengan jelas, pengunjung tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk memahami penawaran Anda.

Persiapkan 3 Hal Sebelum Membuat Landing Page

Sebelum membuka website builder, tentukan tiga hal terlebih dahulu.

1. Tentukan Tujuan Landing Page

Jangan mulai dengan desain. Mulailah dengan tujuan.

Contohnya:

  • Mengumpulkan 100 leads.
  • Mendapatkan pendaftaran konsultasi.
  • Menjual produk digital.
  • Mengarahkan calon pelanggan ke WhatsApp.
  • Mengajak audiens mengikuti webinar.

Tujuan ini akan menentukan struktur halaman dan CTA yang digunakan.

Jika tujuan Anda adalah mendapatkan leads, formulir pendaftaran harus menjadi elemen penting. Jika tujuannya menjual produk, informasi mengenai manfaat, harga, bukti sosial, dan CTA pembelian perlu mendapatkan perhatian lebih besar.

2. Kenali Target Audiens

Landing page untuk pemilik bisnis tentu berbeda dengan landing page untuk mahasiswa.

Identifikasi:

  • Siapa target pelanggan?
  • Apa masalah mereka?
  • Apa kebutuhan mereka?
  • Apa yang membuat mereka ragu?
  • Solusi apa yang Anda tawarkan?

Gunakan bahasa yang familiar bagi target audiens. Hindari penggunaan istilah teknis yang tidak diperlukan.

3. Siapkan Penawaran

Landing page akan lebih mudah dibuat apabila penawarannya sudah jelas.

Contohnya:

Kurang spesifik:

Kami menyediakan layanan digital marketing profesional.

Lebih spesifik:

Dapatkan audit website untuk menemukan peluang SEO yang dapat meningkatkan visibilitas bisnis Anda di Google.

Penawaran yang spesifik membuat pengunjung lebih cepat memahami nilai yang ditawarkan.

Tools Ramah Pemula untuk Membuat Landing Page

Anda tidak harus langsung menggunakan software yang kompleks. Untuk landing page pertama, pilih tools yang memungkinkan Anda membuat halaman dengan sistem drag-and-drop atau template siap pakai.

Beberapa kategori tools yang dapat dipertimbangkan adalah:

Website Builder

Website builder cocok untuk pemula karena Anda dapat memilih template, mengganti teks dan gambar, kemudian mempublikasikan halaman tanpa harus memahami coding secara mendalam.

WordPress

WordPress dapat menjadi pilihan apabila Anda ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap website dan berencana membuat lebih banyak halaman di kemudian hari.

Dengan page builder, proses membuat landing page juga dapat dilakukan secara visual.

Canva

Canva dapat membantu menyiapkan elemen visual, seperti banner, ilustrasi, ikon, atau gambar promosi. Namun, desain visual tetap perlu dioptimalkan agar tidak membuat halaman terlalu berat.

Platform Form dan Email Marketing

Jika tujuan landing page adalah mengumpulkan leads, Anda juga dapat menghubungkannya dengan formulir dan sistem email marketing.

Yang paling penting bukan memilih tools paling mahal, melainkan memilih tools yang bisa Anda gunakan dengan cepat dan sesuai kebutuhan.

Struktur Landing Page yang Sederhana

Landing page pertama tidak perlu memiliki puluhan section. Struktur berikut sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan sederhana:

  1. Hero section
  2. Masalah audiens
  3. Solusi dan manfaat
  4. Fitur atau isi penawaran
  5. Bukti sosial
  6. FAQ
  7. CTA

Mari bahas satu per satu.

Cara Membuat Landing Page dalam 1 Jam

Menit 0–10: Tentukan Headline dan Penawaran

Headline adalah salah satu bagian paling penting dalam landing page.

Pengunjung harus segera memahami apa yang Anda tawarkan dan manfaat utamanya.

Gunakan formula sederhana:

Dapatkan [hasil] tanpa [hambatan utama].

Contoh:

Buat Landing Page Profesional Tanpa Harus Belajar Coding.

Atau:

Dapatkan Lebih Banyak Leads dari Website dengan Landing Page yang Fokus pada Konversi.

Headline sebaiknya tidak terlalu panjang. Gunakan subheadline untuk menjelaskan konteks tambahan.

Contoh:

Panduan praktis untuk membuat landing page pertama menggunakan tools sederhana yang dapat dipahami pemula.

Setelah headline, tampilkan CTA yang jelas.

Contohnya:

Buat Landing Page Sekarang

atau:

Dapatkan Konsultasi Gratis

Menit 10–20: Buat Hero Section

Hero section merupakan bagian pertama yang dilihat pengunjung ketika halaman dibuka.

Elemen yang dapat dimasukkan:

  • Headline
  • Subheadline
  • CTA
  • Gambar atau ilustrasi pendukung
  • Informasi singkat mengenai penawaran

Jangan memasukkan terlalu banyak elemen.

Tujuannya adalah membuat pengunjung memahami penawaran dalam beberapa detik pertama.

Gunakan kontras warna yang jelas antara tombol CTA dan background. Pastikan tombol terlihat seperti tombol dan bukan sekadar teks biasa.

Menit 20–30: Jelaskan Masalah dan Solusi

Setelah menarik perhatian, jelaskan masalah yang dialami target audiens.

Misalnya target Anda adalah pemilik bisnis yang ingin memiliki website:

Sudah memiliki produk bagus, tetapi calon pelanggan masih kesulitan menemukan informasi lengkap mengenai produk Anda?

Kemudian hubungkan masalah tersebut dengan solusi:

Landing page membantu Anda menyampaikan penawaran secara terstruktur sehingga calon pelanggan dapat memahami manfaat produk dan mengetahui tindakan berikutnya.

Pendekatan ini lebih persuasif dibandingkan langsung berbicara tentang fitur.

Pengunjung biasanya lebih peduli terhadap hasil yang mereka dapatkan daripada teknologi yang digunakan untuk membuatnya.

Menit 30–40: Tampilkan Manfaat dan Fitur

Gunakan bagian ini untuk menjelaskan apa yang akan diperoleh pelanggan.

Hindari hanya mencantumkan fitur.

Misalnya:

Fitur: Formulir kontak terintegrasi.

Manfaat: Calon pelanggan dapat mengirimkan data dengan mudah sehingga Anda dapat menindaklanjuti leads.

Contoh manfaat lainnya:

  • Tampilan responsif di perangkat mobile.
  • Struktur informasi yang mudah dipahami.
  • CTA yang jelas.
  • Integrasi formulir.
  • Halaman yang fokus pada satu tujuan.
  • Mudah diperbarui ketika penawaran berubah.

Prioritaskan manfaat yang paling relevan dengan kebutuhan audiens.

Menit 40–50: Tambahkan Bukti Sosial

Pengunjung yang baru mengenal bisnis Anda mungkin masih ragu.

Bukti sosial dapat membantu mengurangi keraguan tersebut.

Bentuknya dapat berupa:

  • Testimoni pelanggan
  • Jumlah pelanggan
  • Studi kasus
  • Logo klien
  • Rating
  • Hasil yang dapat diverifikasi
  • Portofolio

Jangan membuat testimoni atau angka secara sembarangan. Gunakan data nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika belum memiliki banyak pelanggan, Anda dapat menggunakan studi kasus dari proyek yang memang pernah dikerjakan atau menampilkan contoh pekerjaan secara transparan.

Menit 50–55: Buat FAQ

FAQ membantu menjawab keberatan yang mungkin muncul sebelum pengunjung mengambil keputusan.

Pertanyaan FAQ dapat mencakup:

Apakah saya perlu bisa coding?

Tidak selalu. Banyak website builder dan page builder menyediakan sistem visual sehingga pemula dapat membuat halaman tanpa menulis kode dari awal.

Apakah landing page harus memiliki banyak gambar?

Tidak. Gunakan visual yang mendukung pesan utama. Terlalu banyak gambar justru dapat mengalihkan perhatian dan berpotensi memperlambat halaman.

Apakah landing page harus memiliki menu navigasi?

Tidak selalu. Untuk halaman kampanye yang sangat fokus, navigasi yang terlalu banyak dapat mengalihkan pengunjung dari CTA utama.

Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?

Bisa. Landing page dapat dioptimalkan berdasarkan search intent, keyword yang relevan, struktur heading, kualitas konten, internal linking, performa teknis, dan pengalaman pengguna.

Berapa panjang landing page yang ideal?

Tidak ada jumlah kata yang berlaku untuk semua landing page. Panjang halaman harus mengikuti kompleksitas penawaran dan informasi yang diperlukan untuk membantu pengunjung mengambil keputusan.

Menit 55–60: Periksa CTA dan Publikasikan

Sebelum menekan tombol publish, lakukan pemeriksaan terakhir.

Pastikan CTA terlihat jelas dan konsisten.

Jika CTA utama adalah:

Daftar Sekarang

maka jangan menggunakan terlalu banyak variasi seperti “Pelajari Lebih Lanjut”, “Mulai”, “Klik di Sini”, dan “Hubungi Kami” tanpa alasan yang jelas.

CTA sebaiknya mengarahkan pengunjung menuju tindakan utama yang sama.

Jika landing page digunakan untuk menawarkan layanan persiapan masa pensiun, misalnya, Anda dapat mengarahkan calon audiens ke program masa persiapan pensiun yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Pastikan juga setiap tombol benar-benar mengarah ke halaman atau formulir yang tepat.

Cara Membuat Landing Page Lebih SEO-Friendly

Meskipun landing page sering dibuat untuk kampanye berbayar, optimasi SEO tetap dapat memberikan manfaat apabila halaman tersebut memang ditargetkan untuk pencarian organik.

Gunakan Keyword Utama Secara Natural

Tempatkan keyword utama pada:

  • Title
  • Meta title
  • Heading utama
  • Paragraf pembuka
  • Beberapa subheading yang relevan
  • URL jika memungkinkan
  • Alt text gambar jika relevan

Jangan mengulang keyword secara berlebihan.

Google semakin memahami konteks dan hubungan antarentitas. Karena itu, buat konten yang membahas topik secara alami.

Buat Meta Title dan Meta Description

Meta title harus menjelaskan topik halaman sekaligus menarik perhatian.

Meta description dapat digunakan untuk memberikan alasan kepada pengguna agar memilih halaman Anda dari hasil pencarian.

Optimalkan Mobile

Sebagian besar pengguna internet mengakses halaman melalui perangkat mobile. Karena itu, periksa tampilan landing page menggunakan smartphone.

Perhatikan:

  • Ukuran teks
  • Jarak antar elemen
  • Ukuran tombol
  • Formulir
  • Gambar
  • Kecepatan halaman
  • Kemudahan scrolling

Landing page yang terlihat bagus di desktop belum tentu nyaman digunakan di smartphone.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Terlalu Banyak Informasi

Landing page bukan tempat untuk memasukkan semua informasi mengenai bisnis.

Pilih informasi yang membantu pengunjung mencapai tujuan utama.

CTA Tidak Jelas

Jika pengunjung tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca halaman, kemungkinan konversi dapat menurun.

Gunakan CTA yang spesifik dan mudah dipahami.

Mengutamakan Desain daripada Pesan

Desain memang penting, tetapi desain yang menarik tidak akan banyak membantu jika pengunjung tidak memahami penawarannya.

Urutannya sebaiknya:

Tujuan → audiens → penawaran → copywriting → struktur → desain.

Tidak Menampilkan Bukti

Pernyataan seperti “terbaik”, “profesional”, atau “berkualitas” akan lebih meyakinkan jika didukung bukti nyata.

Tidak Melakukan Pengujian

Landing page pertama tidak harus sempurna.

Setelah mendapatkan traffic, perhatikan data seperti jumlah pengunjung, klik CTA, pengisian formulir, dan konversi. Dari data tersebut, Anda dapat melakukan perbaikan secara bertahap.

Contoh Struktur Landing Page untuk Pemula

Sebagai contoh, Anda ingin membuat landing page untuk sebuah program edukasi.

Strukturnya dapat dibuat seperti berikut:

Hero

Siapkan Masa Pensiun dengan Lebih Terarah

Subheadline:

Dapatkan panduan dan pendampingan untuk membantu Anda mempersiapkan transisi menuju masa pensiun.

CTA:

Pelajari Program

Masalah

Bingung harus mulai mempersiapkan pensiun dari mana?

Solusi

Jelaskan bagaimana program membantu peserta memahami aspek yang relevan dengan persiapan pensiun.

Manfaat

  • Perencanaan lebih terarah
  • Pemahaman mengenai pilihan setelah pensiun
  • Persiapan aktivitas produktif
  • Materi dan pendampingan yang terstruktur

Pada bagian CTA, Anda dapat mengarahkan audiens yang membutuhkan informasi lebih lanjut ke program masa persiapan pensiun dari PensiunBahagia.com.

CTA berikutnya dapat menggunakan anchor yang sama secara natural, misalnya program masa persiapan pensiun.

Untuk audiens yang sedang mencari solusi persiapan transisi karier dan kehidupan setelah berhenti bekerja, halaman tersebut dapat menjadi tujuan yang lebih relevan dibandingkan mengarahkan mereka ke homepage secara umum.

Checklist Sebelum Landing Page Dipublikasikan

Sebelum halaman aktif, pastikan:

  • Tujuan landing page sudah jelas.
  • Target audiens sudah ditentukan.
  • Headline menjelaskan manfaat utama.
  • CTA terlihat jelas.
  • Copywriting mudah dipahami.
  • Informasi penawaran lengkap.
  • Bukti sosial menggunakan data nyata.
  • FAQ menjawab keberatan utama.
  • Tampilan mobile sudah diperiksa.
  • Semua tombol dapat diklik.
  • Formulir dapat digunakan.
  • Link tidak menghasilkan error.
  • Meta title sudah dibuat.
  • Meta description sudah dibuat.
  • Gambar memiliki alt text yang relevan.
  • Halaman tidak dipenuhi elemen yang tidak diperlukan.

Cara Meningkatkan Konversi Setelah Landing Page Live

Mempublikasikan landing page bukan akhir dari proses. Justru setelah halaman mendapatkan pengunjung, Anda mulai memperoleh data untuk melakukan optimasi.

Perhatikan bagian yang paling sering menjadi hambatan.

Jika banyak orang mengunjungi halaman tetapi sedikit yang mengklik CTA, periksa kembali headline, penawaran, CTA, dan tingkat kepercayaan halaman.

Jika banyak orang mengklik CTA tetapi sedikit yang menyelesaikan formulir, sederhanakan formulir dan evaluasi informasi yang diminta.

Anda juga dapat menguji variasi headline, CTA, gambar, urutan section, atau penawaran. Lakukan perubahan secara terukur sehingga Anda dapat mengetahui elemen mana yang benar-benar memberikan dampak.

Landing page yang efektif bukan selalu halaman yang paling rumit. Sering kali, halaman yang sederhana, fokus, cepat dipahami, dan memiliki CTA yang jelas justru lebih mudah mengarahkan pengunjung menuju tindakan.

Untuk bisnis yang memiliki penawaran khusus, pastikan landing page juga mengarahkan pengunjung ke informasi yang paling relevan. Misalnya, audiens yang mencari solusi persiapan masa pensiun dapat diarahkan ke program masa persiapan pensiun sehingga perjalanan pengguna dari informasi menuju penawaran menjadi lebih jelas.

Pada tahap berikutnya, Anda dapat mengembangkan landing page tersebut dengan sistem tracking, integrasi CRM, email follow-up, retargeting, dan pengujian A/B untuk meningkatkan performa secara berkelanjutan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan landing page?

Landing page adalah halaman yang dirancang dengan tujuan tertentu, seperti mendapatkan leads, menjual produk, mengumpulkan pendaftaran, atau mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu.

Apakah pemula bisa membuat landing page sendiri?

Bisa. Website builder dan page builder modern menyediakan berbagai template serta fitur visual yang memungkinkan pemula membuat landing page tanpa harus memahami coding secara mendalam.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat landing page?

Landing page sederhana dapat dibuat dalam sekitar satu jam apabila tujuan, penawaran, copywriting, gambar, dan tools sudah dipersiapkan sebelumnya.

Apakah landing page harus menggunakan banyak desain?

Tidak. Prioritaskan kejelasan pesan, struktur informasi, keterbacaan, dan CTA. Desain sebaiknya membantu pengunjung memahami penawaran, bukan mengalihkan perhatian.

Apakah landing page bisa mendapatkan traffic dari Google?

Bisa, selama halaman memenuhi kebutuhan search intent dan memiliki kualitas konten serta pengalaman pengguna yang baik. Optimasi teknis dan relevansi topik juga perlu diperhatikan.

Apakah landing page harus memiliki CTA?

Sebaiknya iya. CTA membantu pengunjung memahami tindakan berikutnya. Untuk landing page dengan satu tujuan utama, CTA juga sebaiknya konsisten dengan tujuan tersebut.

Landing Page itu Apa? Penjelasan Sederhana Buat yang Belum Pernah Dengar

Kalau Anda baru mulai membangun bisnis online, mungkin Anda sering mendengar istilah landing page. Istilah ini cukup umum dalam digital marketing, tetapi bagi pemula, landing page bisa terdengar seperti sesuatu yang rumit.

Padahal, konsepnya sederhana. Landing page adalah halaman khusus yang dibuat untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan tertentu, misalnya membeli produk, mengisi formulir, mendaftar layanan, menghubungi bisnis melalui WhatsApp, atau mengunduh materi gratis.

Berbeda dengan website biasa yang memiliki banyak menu dan informasi, landing page biasanya dibuat lebih fokus. Pengunjung diarahkan untuk memahami sebuah penawaran dan mengambil tindakan yang sudah ditentukan.

Landing Page Itu Apa?

Secara sederhana, landing page adalah halaman web yang dirancang untuk menerima pengunjung dari sumber tertentu dan mendorong mereka melakukan tindakan yang spesifik.

Pengunjung bisa datang dari berbagai sumber, seperti:

  • Google Search
  • Iklan Google Ads
  • Iklan Facebook dan Instagram
  • TikTok
  • Email marketing
  • Media sosial
  • Link dari artikel blog
  • WhatsApp
  • Influencer atau affiliate marketing

Misalnya Anda menjual kursus online. Daripada mengarahkan calon pelanggan ke halaman utama website yang memiliki banyak menu, Anda bisa membuat landing page khusus untuk kursus tersebut.

Di dalamnya terdapat informasi mengenai masalah yang dihadapi calon pelanggan, manfaat kursus, materi yang diberikan, harga, testimoni, dan tombol untuk mendaftar.

Dengan begitu, perjalanan pengunjung menjadi lebih jelas.

Landing page pada dasarnya menjawab tiga pertanyaan penting:

  1. Apa yang ditawarkan?
  2. Mengapa penawaran tersebut layak dipertimbangkan?
  3. Apa yang harus dilakukan pengunjung berikutnya?

Apa Bedanya Landing Page dengan Website?

Landing page dan website sama-sama menggunakan halaman web, tetapi tujuan dan strukturnya berbeda.

Website biasanya berfungsi sebagai pusat informasi bisnis. Di dalamnya dapat terdapat halaman tentang perusahaan, produk, layanan, blog, kontak, portofolio, dan berbagai informasi lainnya.

Sementara itu, landing page dibuat dengan tujuan yang lebih spesifik.

Contohnya, sebuah website perusahaan jasa digital marketing mungkin memiliki menu:

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
  • Portofolio
  • Blog
  • Kontak

Landing page untuk kampanye tertentu mungkin hanya berisi satu penawaran, misalnya “Jasa Pembuatan Website untuk UMKM”.

Perbedaan ini penting karena terlalu banyak pilihan dapat membuat pengunjung bingung. Landing page berusaha mengurangi distraksi sehingga perhatian pengunjung tetap berada pada penawaran utama.

Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis Online Pemula?

Bisnis online pemula biasanya menghadapi satu tantangan besar: bagaimana mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan.

Memiliki website saja belum tentu cukup. Anda juga membutuhkan halaman yang mampu menjelaskan penawaran secara terstruktur dan mengarahkan pengunjung menuju tindakan berikutnya.

Landing page dapat membantu proses tersebut.

1. Membuat Penawaran Lebih Fokus

Landing page memungkinkan Anda membahas satu produk, layanan, program, atau kampanye secara lebih mendalam.

Misalnya Anda menawarkan jasa konsultasi bisnis.

Daripada calon pelanggan harus mencari informasi di beberapa halaman website, Anda dapat menyediakan satu landing page yang menjelaskan:

  • Masalah yang bisa dibantu
  • Siapa yang cocok menggunakan layanan
  • Manfaat konsultasi
  • Cara kerja layanan
  • Paket atau harga
  • Testimoni
  • FAQ
  • Tombol konsultasi

Struktur seperti ini membuat informasi lebih mudah dipahami.

2. Membantu Menghasilkan Leads

Tidak semua pengunjung website siap membeli saat pertama kali datang.

Sebagian mungkin masih melakukan riset atau membandingkan beberapa pilihan.

Karena itu, landing page juga dapat digunakan untuk menghasilkan lead, yaitu orang yang memberikan informasi kontak karena tertarik dengan penawaran Anda.

Contohnya, Anda menawarkan ebook gratis. Pengunjung mengisi nama dan email untuk mendapatkan ebook tersebut.

Setelah itu, bisnis dapat melakukan komunikasi lanjutan melalui email marketing atau saluran lain yang sesuai.

3. Mendukung Kampanye Iklan Digital

Landing page sangat sering digunakan bersama iklan digital.

Bayangkan seseorang melihat iklan di Google dengan tulisan “Kursus Digital Marketing untuk Pemula”. Ketika iklan diklik, orang tersebut sebaiknya diarahkan ke halaman yang memang membahas kursus tersebut.

Jika justru diarahkan ke halaman utama website yang penuh dengan berbagai informasi, pengalaman pengguna bisa menjadi kurang fokus.

Landing page membuat pesan iklan dan halaman tujuan menjadi lebih relevan.

4. Mempermudah Mengukur Hasil Kampanye

Landing page juga membantu bisnis mengukur performa pemasaran.

Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Jumlah pengunjung
  • Jumlah leads
  • Jumlah transaksi
  • Conversion rate
  • Sumber trafik
  • Jumlah klik tombol CTA

Data tersebut dapat membantu pemilik bisnis mengetahui apakah kampanye yang dijalankan memberikan hasil yang diharapkan.

Apa Saja Isi Landing Page?

Tidak ada satu formula yang wajib digunakan untuk semua bisnis. Namun, landing page yang baik biasanya memiliki beberapa komponen penting.

Headline yang Jelas

Headline merupakan salah satu elemen pertama yang dilihat pengunjung.

Headline sebaiknya langsung menjelaskan nilai utama penawaran.

Contoh:

“Belajar Digital Marketing dari Nol untuk Pemilik Bisnis Online”

Headline tersebut lebih jelas dibandingkan kalimat umum seperti:

“Saatnya Mengembangkan Bisnis Anda.”

Headline yang spesifik membantu pengunjung memahami konteks halaman dengan cepat.

Subheadline

Subheadline dapat digunakan untuk memperjelas headline.

Jika headline menjelaskan manfaat utama, subheadline dapat memberikan konteks tambahan mengenai siapa yang cocok menggunakan produk atau bagaimana solusi tersebut bekerja.

Penjelasan Masalah

Landing page tidak harus langsung menjual.

Anda dapat menjelaskan masalah yang mungkin sedang dialami target audiens.

Misalnya, calon pelanggan kesulitan mendapatkan pelanggan dari media sosial. Landing page dapat menjelaskan mengapa kondisi tersebut terjadi dan bagaimana produk atau layanan yang ditawarkan dapat membantu.

Manfaat Produk atau Layanan

Jangan hanya menjelaskan fitur.

Fokuskan juga pada manfaat yang dirasakan pelanggan.

Contohnya:

Fitur: Konsultasi selama 60 menit.

Manfaat: Mendapatkan arahan yang lebih terstruktur untuk menentukan strategi pemasaran berikutnya.

Perbedaan antara fitur dan manfaat penting dalam copywriting karena pelanggan biasanya lebih peduli terhadap hasil yang bisa mereka dapatkan.

Social Proof

Social proof dapat berupa:

  • Testimoni pelanggan
  • Studi kasus
  • Jumlah pengguna
  • Logo klien
  • Rating
  • Review

Elemen ini membantu memberikan konteks mengenai pengalaman pelanggan sebelumnya.

Namun, gunakan data dan testimoni yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Jangan membuat testimoni atau angka secara sembarangan hanya untuk meningkatkan penjualan.

Call to Action

Call to Action atau CTA adalah ajakan untuk melakukan tindakan.

Contohnya:

  • Daftar Sekarang
  • Konsultasi Gratis
  • Pesan Sekarang
  • Coba Gratis
  • Download Ebook
  • Hubungi Kami

CTA sebaiknya mudah ditemukan dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tahap keputusan calon pelanggan.

Landing Page yang Baik Tidak Harus Rumit

Salah satu kesalahan pemula adalah menganggap landing page harus memiliki desain yang sangat kompleks.

Padahal, yang lebih penting adalah kejelasan.

Landing page sederhana dapat bekerja dengan baik apabila:

  • Penawarannya jelas
  • Target audiensnya tepat
  • Copywriting relevan
  • CTA mudah ditemukan
  • Informasi penting tersedia
  • Halaman mudah digunakan di perangkat mobile
  • Kecepatan halaman diperhatikan
  • Tidak terlalu banyak distraksi

Desain memang penting, tetapi desain seharusnya membantu komunikasi, bukan mengalahkannya.

Contoh Landing Page untuk Bisnis Pemula

Misalnya Anda memiliki bisnis jasa desain logo.

Landing page dapat disusun seperti berikut:

Headline:
“Jasa Desain Logo Profesional untuk Bisnis yang Ingin Terlihat Lebih Kredibel”

Subheadline:
“Dapatkan konsep logo yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan brand Anda.”

Masalah:
“Logo yang tidak konsisten dapat membuat identitas bisnis terlihat kurang profesional.”

Solusi:
“Tim desain membantu membuat konsep visual yang sesuai dengan positioning brand.”

Manfaat:

  • Desain sesuai karakter brand
  • File siap digunakan untuk kebutuhan digital
  • Konsep dapat disesuaikan
  • Proses pemesanan sederhana

Social proof:
Testimoni atau portofolio pelanggan.

CTA:
“Mulai Konsultasi Desain”

Struktur tersebut sudah cukup untuk menjelaskan penawaran tanpa harus membuat halaman yang berlebihan.

Landing Page untuk Berbagai Jenis Bisnis

Landing page tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar.

Bisnis kecil dan individu juga dapat memanfaatkannya.

UMKM

UMKM dapat menggunakan landing page untuk mempromosikan produk tertentu, paket bundling, atau promo musiman.

Jasa Profesional

Konsultan, freelancer, trainer, fotografer, desainer, dan penyedia jasa lainnya dapat menggunakan landing page untuk menjelaskan layanan dan mendapatkan leads.

Produk Digital

Penjual ebook, template, kursus online, membership, dan produk digital lainnya dapat menggunakan landing page untuk menjelaskan manfaat produk sebelum calon pelanggan melakukan pembelian.

Program atau Layanan Khusus

Landing page juga cocok untuk program dengan target audiens tertentu. Misalnya, ketika PensiunBahagia.com mempromosikan program masa persiapan pensiun, halaman khusus dapat digunakan untuk menjelaskan program, manfaat, target peserta, serta langkah pendaftaran.

Dengan pendekatan serupa, sebuah bisnis dapat membuat landing page khusus untuk setiap kampanye tanpa harus mengubah keseluruhan website.

Kesalahan Landing Page yang Sering Dilakukan Pemula

Terlalu Banyak Informasi

Informasi memang diperlukan, tetapi semuanya harus relevan dengan tujuan halaman.

Jangan memasukkan informasi yang tidak membantu pengunjung mengambil keputusan.

CTA Tidak Jelas

Pengunjung sudah tertarik, tetapi tidak tahu harus melakukan apa.

Pastikan CTA terlihat dan menggunakan instruksi yang mudah dipahami.

Headline Terlalu Umum

Headline seperti “Solusi Terbaik untuk Bisnis Anda” sulit membedakan produk dari kompetitor.

Lebih baik jelaskan produk, target audiens, atau manfaat utama secara spesifik.

Tidak Mobile-Friendly

Sebagian besar pengguna internet mengakses halaman melalui perangkat mobile. Karena itu, landing page harus nyaman digunakan melalui smartphone.

Periksa ukuran teks, tombol, gambar, formulir, serta jarak antar elemen.

Tidak Menguji Performa

Jangan hanya mengandalkan asumsi.

Jika memungkinkan, lakukan pengujian terhadap headline, CTA, struktur halaman, formulir, atau penawaran untuk mengetahui elemen mana yang memberikan hasil lebih baik.

Bagaimana Cara Membuat Landing Page?

Untuk pemula, prosesnya dapat dimulai dari tujuan yang sederhana.

Tentukan Tujuan

Tentukan satu tindakan utama yang ingin dilakukan pengunjung.

Apakah ingin:

  • Membeli?
  • Mengisi formulir?
  • Menghubungi WhatsApp?
  • Mendaftar?
  • Mengunduh?
  • Meminta konsultasi?

Kenali Target Audiens

Pahami siapa yang akan membaca landing page.

Cari tahu masalah, kebutuhan, keberatan, dan alasan mereka membeli produk atau menggunakan layanan.

Buat Penawaran

Tentukan apa yang Anda tawarkan dan mengapa seseorang perlu mempertimbangkannya.

Susun Copywriting

Mulai dari headline, masalah, solusi, manfaat, bukti pendukung, FAQ, hingga CTA.

Bangun dan Uji Halaman

Setelah landing page dibuat, pantau performanya. Perbaiki bagian yang belum memberikan hasil sesuai target.

Apakah Semua Bisnis Membutuhkan Landing Page?

Tidak semua bisnis harus memiliki landing page untuk setiap kebutuhan.

Namun, landing page sangat berguna ketika bisnis memiliki tujuan pemasaran yang spesifik.

Jika Anda sedang menjalankan iklan untuk sebuah produk, misalnya, landing page khusus dapat membantu menjaga relevansi antara iklan, pesan pemasaran, dan tindakan yang diharapkan.

Website tetap berperan sebagai pusat informasi bisnis, sedangkan landing page dapat berfungsi sebagai halaman yang lebih fokus untuk kampanye atau penawaran tertentu.

Keduanya bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Website dan landing page dapat digunakan bersama sesuai kebutuhan bisnis.

Checklist Landing Page untuk Pemula

Sebelum halaman dipublikasikan, pastikan beberapa hal berikut sudah tersedia:

  • Headline menjelaskan penawaran dengan jelas
  • Target audiens sudah ditentukan
  • Manfaat produk atau layanan mudah dipahami
  • CTA terlihat jelas
  • Informasi kontak tersedia
  • Bukti sosial digunakan jika tersedia
  • Halaman nyaman di smartphone
  • Formulir tidak terlalu rumit
  • Gambar mendukung pesan utama
  • Kecepatan halaman diperhatikan
  • Tidak ada link atau elemen yang mengganggu tujuan utama
  • Performa dapat diukur menggunakan data analitik

FAQ tentang Landing Page

Apakah landing page sama dengan website?

Tidak. Website biasanya memiliki banyak halaman dan fungsi, sedangkan landing page dibuat lebih fokus pada satu tujuan atau penawaran tertentu.

Apakah bisnis kecil perlu membuat landing page?

Bisa sangat membantu, terutama jika bisnis sedang menjalankan kampanye pemasaran, menjual produk tertentu, mengumpulkan leads, atau menawarkan layanan khusus.

Apakah landing page harus memiliki desain yang mahal?

Tidak. Yang terpenting adalah struktur, pesan, penawaran, pengalaman pengguna, dan CTA yang jelas. Desain sebaiknya mendukung tujuan tersebut.

Berapa panjang landing page yang ideal?

Tidak ada panjang yang berlaku untuk semua bisnis. Landing page sebaiknya memiliki informasi sebanyak yang diperlukan untuk membantu target audiens memahami penawaran dan mengambil keputusan.

Apakah landing page bisa muncul di Google?

Bisa. Landing page dapat dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi kelayakannya untuk mendapatkan trafik organik bergantung pada kualitas konten, relevansi dengan search intent, aspek teknis, otoritas situs, dan tingkat persaingan keyword.

Apa tujuan utama landing page?

Tujuan utamanya adalah mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi formulir, mendaftar, menghubungi bisnis, atau mengunduh sesuatu.

Mulai Bangun Landing Page yang Lebih Terarah

Jika Anda sedang membangun bisnis online, jangan hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan trafik. Pikirkan juga apa yang terjadi setelah seseorang mengunjungi halaman Anda.

Landing page yang terstruktur membantu pengunjung memahami apa yang Anda tawarkan, mengapa penawaran tersebut relevan, dan apa langkah berikutnya.

Mulailah dari satu produk atau layanan yang paling penting. Tentukan satu tujuan, kenali audiens, susun penawaran yang jelas, kemudian ukur hasilnya.

Untuk kebutuhan lain yang juga membutuhkan halaman penawaran yang fokus, pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai program dan layanan, termasuk program masa persiapan pensiun dari PensiunBahagia.com.

Ingin memahami lebih jauh bagaimana sebuah halaman penawaran dapat dibuat lebih terarah? Pelajari struktur landing page yang sesuai dengan tujuan bisnis Anda.